Sebuah kapal cargo kembali berlayar setelah menurunkan muatan, tiba- tiba terjadi badai besar di laut, kapten tua dengan tegas memerintahkan untuk membuka ruang kargo dan diisi dengan air.
Pelaut terkejut, “Jika kamu mengisi kapal dengan air, bukankah berarti mencari jalan mati?”
Kapten berkata: “Teman-teman sekapal, pernahkah kalian melihat sebatang pohon yang telah mengakar sangat dalam kemudian tumbang akibat tertiup angin?”
Ketinggian air di gudang perlahan-lahan semakin meninggi. Semakin tinggi tingkat air di kapal, maka kapal barang tersebut secara bertahap akan semakin stabil di tengah gelombang besar dan angin kencang.
Kapten memberitahukan semua orang: “Pernahkah kalian melihat, sebuah tong kosong yang dengan mudah digulingkan oleh angin. Sebuah kapal berada dalam kondisi paling aman jika sedang memiliki muatan, dan paling bahaya ketika berada dalam keadaan kosong.”
Kisah ini memberitahukan kita bahwa manusia juga demikian. Orang-orang yang berambisi selalu memiliki rasa tanggung jawab besar di hatinya, kita harus keluar dari hujan badai dengan langkah yang tangguh.
Orang yang menyia-nyiakan waktu dengan tidak melakukan apapun, ibarat sebuah kapal yang sudah membongkar muatan, atau seperti sebuah tong yang kosong.
Badai emosional dalam hidup, sepenuhnya telah menjatuhkan mereka. Banyak orang yang membunuh diri atau melukai diri sendiri demi cinta setiap hari.
Penuhilah dirimu dengan pemikiran dan hati Buddha serta pikiran dan hati yang baik.
Marilah kita para praktisi Buddhis mengemban tanggung jawab untuk mempromosikan budaya tradisional Tiongkok, meneladani kewelasasihan Buddha dalam menyelamatkan makhluk hidup, maka kapal Dharma kita, selamanya tidak akan tenggelam.
Thanks! Share it with your friends!
Tweet
Share
Pin It
LinkedIn
Google+
Reddit
Tumblr